Postingan

Pertemuan Ke-8 Pengantar Ilmu Farmasi

  Ujian Tengah Semester Saya sudah lulus di matakuliah ini, Pak. Karena sudah mengumpulkan 5 bonus

Pengantar Ilmu Farmasi Pertemuan ke-7

  Bentuk -bentuk sediaan farmasi dan metode pemberian obat Tablet: Ini adalah sediaan padat yang mengandung obat yang telah dikompres menjadi bentuk padat. Tablet sering memiliki lapisan pelindung yang memungkinkan pelepasan obat secara bertahap dalam tubuh. Kapsul: Kapsul adalah wadah padat yang berisi bubuk atau granul obat. Mereka hadir dalam dua jenis: kapsul keras yang terbuat dari gelatin dan kapsul lunak yang terbuat dari bahan gelatin lunak. Sirup: Sediaan cair yang mengandung obat dalam larutan gula atau sirup gliserol. Ini umumnya digunakan untuk pemberian oral dan lebih mudah diterima oleh anak-anak. Suspensi: Ini adalah cairan yang mengandung partikel-partikel padat yang terdispersi di dalamnya. Sebelum penggunaan, suspensi perlu dikocok agar partikel-partikel tersebar merata. Injeksi: Obat diberikan langsung ke dalam tubuh melalui jarum dan suntikan. Ini mencakup injeksi intramuskuler, intravena, dan subkutan. Salep atau Krim: Sediaan topikal yang digunakan untuk...

Pertemuan ke-6 Pengantar Ilmu Farmasi

  Penggolongan obat berdasarkankeamanan,cara pemakaian,sumber dan asal TakaranObat / Dosis Penggolongan Obat Berdasarkan Keamanan: Obat Bebas (OTC - Over-the-Counter): Obat-obat ini dianggap relatif aman dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Mereka umumnya digunakan untuk kondisi medis ringan seperti nyeri ringan, pilek, atau alergi. Obat Resep (Prescription Drugs): Obat-obat ini memiliki potensi efek samping yang lebih tinggi atau memerlukan pemantauan dokter. Mereka hanya bisa diperoleh dengan resep dari dokter atau tenaga kesehatan yang berwenang. Penggolongan Obat Berdasarkan Cara Pemakaian: Oral (Pemakaian Melalui Mulut): Obat diminum dan masuk ke dalam sistem pencernaan. Ini termasuk tablet, kapsul, sirup, dan lainnya. Topikal (Pemakaian Luar): Obat dioleskan langsung ke kulit atau membran mukosa. Contoh termasuk salep, krim, tetes mata, dan tetes telinga. Injeksi (Pemakaian Melalui Suntikan): Obat disuntikkan langsung ke dalam tubuh melalui jarum dan dapat berupa injeksi...

Pertemuan Pengantar Ilmu Farmasi Ke-5

  Meracik bahan obat menjadi sediaan galenik adalah proses mengubah bahan obat mentah atau bahan baku farmasi menjadi bentuk sediaan obat yang dapat digunakan dengan aman dan efektif oleh pasien. Sediaan galenik mengacu pada bentuk akhir obat yang dapat berupa tablet, kapsul, cairan, salep, supositoria, dan sebagainya. Berikut adalah langkah-langkah umum dalam meracik bahan obat menjadi sediaan galenik: Penentuan Formula: Tentukan formula atau resep yang mencakup komposisi bahan-bahan aktif dan bahan bantu (excipient) yang diperlukan. Pengolahan Bahan Obat: Pilih bahan obat yang berkualitas tinggi dan pastikan bahwa mereka memenuhi standar farmakope. Bahan obat mungkin harus dihancurkan, diayak, atau diolah sesuai dengan kebutuhan. Pengukuran Bahan: Ukur jumlah yang tepat dari masing-masing bahan sesuai dengan resep yang telah ditentukan. Pencampuran: Campurkan bahan-bahan obat dengan bahan bantu atau pengikat, pengisi, dan bahan penstabil sesuai dengan formula yang ditentukan. Pro...

Pengantar Ilmu Farmasi Pertemuan Ke-4

A. Farmakodinamik Suatu yang dinamis atau tidak tentu, Mengapa bisa berubah? Karena proses biokimia di dalam tubuh sangat kompleks dan saling berkaitan.  B. Kondisi Fisiologis Obat C. Obat Keras Obat keras bekerja dengan mengikat reseptor opioid di dalam otak dan sistem saraf pusat. Maka menghasilkan efek euforian, namun juga dapat menyebabkan ketergantungan dan overdosis

Pengantar Ilmu Farmasi Pertemuan Ke-3

    Prinsip Pemberian Obat A. Farmakodinamik Sudah didesign dan dirancang agar obat mencari target target seluler pada tubuh. B. Farmakokinetik Bersifat tetap dan tidak merubah sel dalam tubuh seperti PH dan kepolaran. Obat masuk kedalam sel dan mencari target. Untuk menemukan obat diperlukan riset, mengapa demikian? Karena saat obat masuk kedalam tubuh akan ada berbagai kemungkinan untuk berinteraksi dengan target seluler lain. Untuk mengantisipasi ketidakstabilan dan mampu berinteraksi dengan target seluler dengan konfor rendah. Analoginya sama seperti kunci, mencari target yang spesifik dan selektif ( prinsip obat ). C. Pentingnya Pasien Memahami Penyakitnya Manusia harus memiliki kesadaran terhadap potensi alamiah yang dimilikinya agar bisa sembuh dari penyakit yang dialami. Hormon endorfin harus selalu dijaga agar bisa tetap tenang dengan cara melakukan hal- hal yang kita suka. Jika oksitosin yang menguasai maka akan terasa lemas, pusing. D. 5 Prinsip Pemberian Obat 1. Ri...